Mawar Ada sebelum Namanya
Mawar ada sebelum namanya, sekali lagi ungkapan tersebut seolah menanyakan kembali darimana dan mau kemana diri kita yang identik dengan biodata ini. Kita melekatkan diri kita dengan nama, alamat, status, jenis kelamin, hobby, bentuk fisik dan sebagainya. Padahal dahulunya tidak ada, nantinya juga akan tidak ada, bahkan saat ini sebenarnya juga tidak ada. Semua terasa ada karena kerja pikiran yang membuat konsep dari masa lalu bahkan sampai masa depan. Sebenarnya, diri kita yang sejati adalah kesadaran murni yang terbebas dari pikiran, perasaan, sensasi tubuh maupun pengaruh dunia luar. Kita adalah sang sadar dan sang pengamat tanpa menjadi bagian dari suatu objek. Namun demikian, cara kerja dunia sudah terbentuk dengan cara kerja pikiran sehingga melahirkan relativitas yang tiada ujungnya. Dengan demikian, kita dapat bersikap sesuai dengan kebutuhan di dunia relatif namun jangan sampai terperangkap dengan dunia yang pasti berakhir ini. Diri sejati melahirkan rasa sejati untuk menuju guru sejati yang menjadikan semuanya ada dalam kedipan mata.
